Negeri Macam Apa Ini Saudara

Nemuin syair / sajak di internet, wah ini bener bener mewakili suara rakyat, terutama suara saya sebagai rakyat, sudah jenuh dengan pimpinan negara ini.

Terimakasih buat timur sinar suprabana buat syair yang bisa mewakili aspirasi saya.

Timur Sinar Suprabana:

negeri macam apa ini, Saudara?

hidup magreg, mandek dan badeg
padahal bahkan cuaca
selalu dengan cepat berubah rupa
dan angin santer masih senantiasa
mengekas dari penjuru segala.
“senja!
senja!” ratap orang-orang paruh baya
dalam koor genit tak berjiwa
“mengapa di mana-mana
segala terasa tiba-tiba menjadi senja?
padahal kami belum puas meremaja!”
aku termangu
seperti tengu di sela susu perempuan berputing ungu
dan celakanya tiba-tiba aku kehilangan segala ragu
untuk juga ikut menyusu dan gila-gilaan nyedot candu.
berayun dengan gelombang dalam angan!

aku mengapung, melayang, bergoyang, beriang.
aku nggliyeng tapi bukan kerna ciu, kti, ajong, congyang,
red label, chivas regal atau tequila campur putauw chie chiew
yang belakangan sering kutenggak bareng beno siang pamungkas,
sunu andhy purwanto, agus hermanto dan denny tulaseket.
kutenggak di room tujuh sambil ndengerin didit cordiaz
mendendangkan lagu-lagu bob marley sembari berjingkrak sexy.
aku dan saudara-saudaraku ingin mabok,
tapi tak bisa.
sebab tak ada nginuman bermerek indonesia!
karena nginum, nginum terus dan terus nginum namun tak mabok-mabok
: a k u m a ! r a h !

negeri macam apa ini, Saudara?
jelaskan padaku: negeri macam apa ini?
jika presidennya menangis ketika menonton film ayat-ayat cinta
tapi saat berkunjung ke lokasi luberan lumpur lapindo
ia, presiden kita itu, unjal ambegkanpun tidak!

Continue reading