Galungan Pertama buat istri


Sebelumnya selamat hari raya galungan buat umat sedharma, galungan dibulan agustus ini adalah galungan pertama bagi istri saya, kenapa demikian, karena sebelumnya istri saya tidak pernah merayakannya, bukan karena malas tapi karena sebelumnya istri saya bukan orang hindu.

jadi merupakan tugas berat bagi saya sebagai suami untuk mengajarkan agama hindu kepada istri saya, apalagi yang namanya hindu bali. yaitu hindu yang sering melakukan upacara. jadi disini saya sadar berperan sangat penting, jadi dari awal-awal sudah saya ajak ke rumah saudara dan diajarin untuk mejejaitan selain itu saya sendiripun harus tau makna bebantenan itu, biar istri saya tidak kabur meliat rumitnya banten.

tapi beruntunglah, istri saya ini entah bagaimana minatnya untuk belajar tinggi sekali, sehingga pas galungan kemaren sudah bisa bantu-bantu bikin sampian gantung dan metanding. bahkan hebatnya lagi dia sudah bisa bikin banten sesayut yang lengkap (sampian sayut, penyeneng, tatak sedap, dll) termasuk nandingnya. yang bahkan ibu saya aja masih belum bisa. jadilah kemaren dari pagi, dia sudah membantu membanten, terus sembahyang (untuk urusan trisandya dan panca sembah dia udah mahir), mulai dari sanggah di rumah, terus ke merajan di rumah tua saya, terus ke pura luhur candi narmadha, hingga sorenya ke pura dalem.

disini saya baru sadar kalau boleh saya membanding-bandingkan, wanita yang baru masuk hindu bali, keinginan belajarnya lebih tinggi daripada wanita yang telah lahir menjadi hindu bali (garis keturunan), ini bisa saya liat dimana adik-adik perempuan saya sama sekali tidak tau yang namanya mejejaitan. mungkin sudah bosan kali ya melihat yang namanya banten. mudah-mudahan aja istri saya tidak bosan dan hangat-hangat eek ayam, dalam berupacara.

yang saya senang melihatnya, walaupun keadaan keuangan kami pas-pas an dia tidak pernah mengeluh, dan selalu gembira dan tulus iklas dalam berupacara yadnya. mudah-mudahan yadnya kami diterima.

sekian.

One thought on “Galungan Pertama buat istri

  1. Astungkare Pak Wayan, kita senasib memiliki istri non hindu yg bersedia memasuki dunia hindu,kebetulan istri saya sama jg mau belajar dan mendapatkan dukungan keluarga yg sangat besar, sehingga istri saya semakin betah menikmati BALI ini. mari kita tumbuhkembangkan kepercayaan kpd istri sehingga istri semakin betah menikmati BALI ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s