Anti Sinetron


Anti Sinetron, Megapa? ceritanya begini, setelah click sana click sini, tidak ada acara tv yang berkualitas, iseng aja nonton sinetron, walah walah benar-benar bikin muak dah, dan saya menjadi miris juga deh. mengapa ?

1. ceritanya selalu tidak masuk akal.
2. sinetron anak sekolah, benar-benar tidak mendidik, smp sudah rebutan cowok.
3. sinetron sma, selalu konflik cinta, antara murid kaya dan murid miskin yang parahnya di dukung orangtuanya.
4. kalau sinetron keluarga  pastilah rebutan harta warisan.
5. khusus buat indosiar. kalau emang lagi ngetrend maenan 3D, ya wajar sih, cuman masuk akal dikit dong, masak singa bersayap di negeri antah berantah cerita gaib, tapi pakaian pake jas dan dasi.

dan tentu masih banyak lagi yang tidak mendidik dari sinetron indonesia ini.

saran saya, kalau bikin sinetron yang masuk akal dikit dah, ambil contoh dulu cerita siti nurbaya laris manis.

terus bikin sinetron yang mendidik sedikit dong, masak anak smp sudah rebutan cowok, emang segitu parahnya ya ? bikin yang bagusan dong misalnya kisah anak menuju olimpiade fisika, bumbuin dikit dengan kisah hidupnya, dll.

Emang negara ini penuh ketimpangan dalam ekonomi, tapi jangan diperparah dong dengan perselisihan miskin dan kaya yang tidak masuk akal.

btw asal tau aja, kebanyakan penikmat sinetron adalah ibu-ibu rt dan anak-anak sekolahan. jadi bayangkan sendiri deh hasilnya. diperparah lagi dengan jam tayang yang beruntun, pernah pagi-pagi buta nyalain tv isinya sinetron. payah!!

silahkan anda beropini disini. sampaikan pendapat anda tentang sinetron , parah atau ngga sih menurut anda ?

21 thoughts on “Anti Sinetron

  1. Hi, telah tersedia widget shareGue dan beberapa pilihan widget lainnya edisi terbaru, serta nikmati fitur info cinema, game online dan kamus di infoGue.com untuk kita para netter Indonesia. Salam!

  2. di samping ceritanya “sampah” semua, sinetron juga cendrung “maksa”. hanya ingin menyesuaikan dg tema ramadhan, dibuatlah tema2 religi. dan ternyata isi ceritanya tidak jauh beda dg sinetron biasa; berputar2 masalah percintaan, harta dan kekuasaan dg penyelesaian konflik yg tidak agamis sama sekali.

    seharusnya, sinetron religi bisa menampilkan cerita yg benar2 mendidik, sehingga penonton yg beragama sama dg isi cerita bisa benar2 menghayati agamanya dan penonton yg bukan seagama bisa memahami agama tersebut untuk kemudian menghormatinya. sehingga akhirnya timbullah saling menghormati karena dilandasi saling memahami…🙂

  3. Pingback: しゅくだい (PR) « komuter jakarta raya

  4. indosiar tuh, dari pagi ampe pagi lagi sinetron kayak gitu2 doang, trus lokasinya sama rus pemainnya sama trus alur ceritanya sama, ndak mutu banget… apa lagi kalo film2 drama luar yang bagus2 di jiplak abis sama punjabi halah… ancuuurr

  5. fuck the sinetron..buang2 waktu aja, gak ngasih influence yg bagus tutama bwt anak2, bikin penontonnya terbuai sm mimpi2, pembodohan umat,pokoknya bener2 gak ada manfaatnya deh nntn sinetron..heran dunia pertelevisian diindonesia kok tambah lama tambah hancur gini ya…

  6. Iya nih aku juga mau menyampaikan uneg-uneg saya tentang sinetron Indonesia dan FTV-nya. Terutama sekali di dua stasiun swasta SCTV dan Indosiar yang kayaknya bersaing jor-joran menayangkan sinetron plus FTV seharian penuh mulai pagi, siang sampe malam.
    Bikin pusing… muak dan mual. Mana sinetron dan FTVnya ga ada yang bermutu. Apalagi sinetron murahan produksi Indosiar yang pake dubber itu. Kentara banget pake layer hijau, monster-monsternya menyedihkan, efeknya kasar seperti film barat era 70an. Parah banget! Penulis dan sutradaranya tidak ada yang kreatif. Jalan cerita sama tapi pemeran yang berbeda. Bikin eneg dan sakit mata saja.
    Coba deh Indosiar bikin serial yang bagus, ceritanya berbeda dari yang lainnya juga efek yang lebih canggih. Dananya kumpulin dari pembelian sinetron-sinetron sampah itu pasti deh bakal laris. Dananya kembali, daripada bikin sinetron banyak tapi tidak ada yang nonton, perolehan iklannya sedikit.
    Sekarang kan anak muda dan para penonton lebih kritis, tak mudah tertarik dengan sinetron sampah itu. Aku saja tidak tahu Indosiar itu masih hidup apa tidak soalnya tidak pernah pindah channel ke sana. Dulu kan ada serial yang bagus. Alias, Desperate Housewifes, ER, CSI. Itukan serial bagus kenapa kok dihentikan penayangannya? Apa kehabisan dana karena untuk membeli sinetron-sinetron sampah itu? Mending tayangin serial Barat saja deh atau drama Korea yang lebih bermutu. Kalau Indosiar tetap itu-itu saja siap-siap saja ditinggalkan penonton. Siap-siap saja goodbye dan tinggal sejarah.
    Terus sinetronnya SCTV rasanya saya sudah tak perlu memberi penjelasan panjang lebar betapa monotonnya sinetron-sinetron yang tayang di SCTV. Rasanya caci mereka sudah cukup menggambarkan betapa membosankannya sinetron-sinetron kita sekarang. Saya mendambakan sinetron yang bergenre ringan, tidak melulu soal cinta, harta dan kekuasaan. Seperti sinetron Para Pencari Tuhan. Heran ya kenapa sinetron tersebut tidak masuk nominasi Panasonic Award dan menang. Yang menang malah Cinta Fitri 3 yang garing banget.
    FTVnya banyak yang jiplak film-film Barat. Semakin lama ceritanya mirip sinetron. Bukan murni karya mereka sendiri. Apa mereka pikir para penontonnya tidak bakal ada yang tahu? Mereka pernah menjiplak Freakie Friday, John Tucker Must Die yang dijiplak dan dibintangi oleh Raffi Akhmad dan Laudya Chintya Bella. Bahkan Wild Child, Boys Things, Runaway Brigde, My Lucky God luck. dan banyak lagi yang dari lima menit penayangannya kadang aku bisa langsung nebak mereka jiplak dari film barat yang mana.
    SCTV dulu pernah menayangkan serial barat yang bagus seperti Buffy the Vampire Slawyer, 21, Rosswell,
    jadi serba salah, kalo muji2 serial/sinetron luar negeri di kira g cinta produk dalam negeri, sok kebarat-bataran. mo muji2 sinetron sendiri kok rasanya bodoh sekali mo bagus-bagusin sinetron yang tidak berkualitas.

  7. Wah gue setuju banget dengan pernyataan Demian. Tapi menurut aku sih acting pemain sinetron kita itu sudah banyak yang bagus2. Cuma sayangnya harus terjebak dalam scenario yang itu-itu saja. Kalau acting mereka sih gue g nyacat sama sekali. Best! Tapi jalan ceritanya…
    Monoton dan pasaran. Truz sinetron Indonesia demen banget buat scene yang salah satu karakternya tiba-tiba terkena penyakit mematikan ( yang kanker darah lha, kanker otak lha) atau anak dari keluarga miskin eh tidak tahunya dia anak kaya yang terbuang. Truz salah satu orang tua karakter pasti ada yang punya penyakit jantung akut.
    Ck…ck…
    Mo di bawa kemana dunia persinetronan kita kalau cerita yang di angkat itu-itu juga. Apalagi kebanyakan orang-orang yang di vote itu ibu-ibu rumah tangga atau abg-abg yang sedang birahi. Kok bisa Ac Nielsen menentukan rating sinetron yang mana yang naik dan yang mana yang bagus. Yang di Vote itu orang-orang golongan apa sih?
    Coba kalau yang di vote adalah anak-anak muda yang notabene pangsa pasar terbesar? Apa mereka akan menjawab cinta Fitri atau sebangsanya?
    Truz genre sinetron itu? Aku lihat hanya untuk para cewek atau ibu-ibu rumah tangga? Untuk cowok? Masak sih harus nonton cinta Fitri, Alisa atau Cinta Bunga?
    Gue bukan orang yang anti sinetron tapi jalan cerita yang itu-itu saja bikin gue eneg nonton sinetron.
    Serial Barat lebih asyik karena tema-temanya berbeda. Ada ga ya sutradara/produser yang berani bikin gebrakan membuat serial/sinetron dengan tema yang berbeda. Seperti serial Heroes kata Demian? Ceritanya unik dan universal? Maksudnya bukankah cerita-cerita itu bisa dipahami orang-orang di seluruh Negara. Bukankah hal seperti itu bisa di terima di mana saja. Cowok, cewek. Anak muda dan orang tua.
    Contohnya begini, di Barat hantu yang terkenal itu seperti Dracula,Vampire dan Sireen. (bukan Shiren Sungkar) Itu kepercayaan atau mitos mereka sedang di sini setan itu berupa pocong, kuntilanak, gendruwo dan sejenisnya. Nah cerita seperti itu kan hanya bisa diterima di Negara yang mempunyai mitos yang sama jadi tidak universal. Tapi mengapa orang timur bisa tahu Vampire/Dracula sedang orang Barat tidak tahu pocong, kuntilanak dan sejenisnya itu karena mereka mengemasnya menarik dan bisa dipahami meski kebudayaan mereka berbeda.
    Serial Barat selalu mendunia karena kebanyakan mengangkat tema yang universal. Temanya bisa terjadi di mana saja. Kayak Supernatural kan membahas perburuan iblis atau setan. Bukankah iblis atau setan itu ada. Jin yang menyaru untuk menggoda umat manusia. Bukankah setiap Negara punya versi/pandangan berbeda mengenai setan? Kayak dulu ada sinetron Di sini Ada Setan. Cukup bagus meski akhirnya harus terkena virus sinetron juga.
    Desperate Housewifes yang para pemerannya wanita dan pria tiga puluh lima tahunan ke ataspun bisa sukses karena mengangkat tema rumah tangga yang bisa terjadi di sekitar mereka. Bahkan para pemeran abg yang cakep hanya dipakai sebagai pemanis saja. Bukan tokoh sentral.
    Indonesia? Bikin sinetron yang pemerannya tiga puluhan ke atas bisa laku g?
    Ayo dong pak produser/sutradara + pemainnya yang cakep dan penulisnya. Bisa gak bikin serial yang berbeda seperti Desperate Housewifes, smallville atau Dawson Creek? Jangan tema itu-itu melulu yang diangkat.
    Contoh sinetron Para pencari Tuhan. Tanpa mengandalkan tampang ke indo-indoan ataupun kkemewahan berlebihan pun bisa sukses. Bajaj Bajuri pun
    mengalahkan sinetron yang pemainnya muda2 dan cakep. Karena apa? Karena jalan ceritanya yang menarik.
    Bisa tidak ya para sineas persinetronan bikin serial kayak 21 ato Supernatural tapi tetap made in Indonesia tanpa menjiplak mentah-mentah dari serial-serial tersebut.
    Simak saja sebagian kecil serial-serial barat yang tayang di berbagai negara di bawah ini :
    The OC, Gossip Girls, Smallville, Dark Angel, Supernatural, Hereos, Desperate Housewifes, nip/tuck, 21, dan Prison Break. Lost.
    Ada ga persamaan atau tema mendasar dari cerita-cerita tersebut? Tidak ada kan? Walaupun ada tentu saja jalan ceritanya sama sekali berbeda.
    Trus sinetron Indonesia yang katanya sukses :
    Cinta Fitri 3, Cinta Bunga 2, Muslimah, Sakinah, Terlanjur Cinta, Melati untuk Marvell, Alissa, Sekar atau Hareem dan etc.
    Persamaannya….?
    Banyak! Temanya itu-itu saja.
    Rebutan cowok/cewek sampe bertindak luar biasa ekstrem, cewek yang terlalu naïf, balas dendam, tamparan, rebutan harta dan kekuasaan, hubungan yang tidak direstui, si kaya jatuh cinta pada si miskin, Ada episode karakternya ada yang tiba-tiba hilang ingatan, buta, kena penyakit mematikan. Penyakit jantungan. Anak miskin ternyata anak orang kaya yang terbuang.
    Tarik saja benang merah dari semua sinetron-sinetron itu. Bagi yang mania sinetron pasti tahu.
    Masa sih orang-orang yang diceritakan dari golongan atas, berpendidikan dan berwawasan luas pikirannya seperti itu? Memangnya begitu tah? Gue tidak tahu soalnya hidup gue biasa-biasa saja.
    Dulu gue senang mengikuti sinetron Cucu Menantu meski tidak mengikutinya dari awal. Dari pertengahan, ceritanya berbeda dan lucu. Kirana perannya sangat baik dan tegas, gadis kaya yang rela bersusah payah berubah demi cintanya pada Fahrie tapi lama-kelamaan penyakit sinetron indonesianya kambuh. Mulai tertular virus yang menoton. Orang tua si tokoh ternyata punya penyakit Jantung. ( Tema sama yang terus menerus dimasukkan di sinetron2 lain). Jadi semacam trade mark dunia persinetronan. Masak gadis yang semula tegas berubah menjadi terlalu naïf, belum lagi tiba-tiba Fakhrie terkena kanker otak.
    Haduw… sejak itu saya mulai malez mengikuti kelanjutannya. Ceritanya terlalu mengada-ngada, sengaja dipanjang-panjangkan. Belum lagi Ariel yang tiba-tiba hilang ingatan lalu bertemu gadis yang punya penyakit mematikan, belum lagi tantenya yang semula orang baik-baik mendadak jadi jahat sekali. Untung sinetron itu sudah selesai dan kabar terakhir di ganti sinetron yang dari previewnya saja sudah eneg saya lihat apalagi menontonnya seperti Cinta Bunga 2.
    “Renoo!! Kamu dimana???” sambil bercucuran air mata trus tiba-tiba Chico Jericho muncul di belakangnya.
    Hueeekk… Rasanya pengen gue timpuk aja mulut si Bella itu pake sandal. Maunya sih beri kesan mengharukan tapi kok jadi Nuorak banget!!
    Sayang banget padahal actingnya cukup bagus tapi skenarionya bikin iffil.
    Basi…. Monoton…. Gak kreatif.
    Kalaupun bisa go Internasional paling banter di tayangkan di Negara tetangga.
    Nama besar atau artis terkenal pun bukan jaminan sukses tidaknya sebuah film atau sinetron.. Bukannya sudah banyak contohnya? Kok para produser tidak bisa menarik pelajarannya sih? Tetap saja mau memproduksi sinetron2 dengan tema sejenis? Yang penting itu jalan ceritanya. TEMA DAN JALAN CERITANYA!!
    Sinetron sekarang ga da yang bermutu. Gak kreatif…
    Maaf lho sebelumnya saya tidak bermaksud merendahkan mutu sinetron Indonesia dan mengagung-agungkan serial Barat. Tapi itu menurut pendapat saya yang berdasarkan kenyataan. Munafik banget kalau aku bilang sinetron Indonesia itu bagus. Nonton saja serial barat. tema-temanya berbeda dan menarik meski sekarang kayaknya cuma Trans7 yang menayangkan Supernatural setiap sabtu jam 10.00 malam.

  8. Klo gua mah favorit sinetron abdel dan temon. Eh, kagak semua sinetron kalee :p . Contohnya “kukejar cintaku di bali” ada cow baca buku ttg trik ngedapetin cew. Tapi isi bukunya slh dicerna si cow. Kayak perumpamaan2 gitu sih. Kesel msh gagal pengarangnya dicari oleh si cow ke bali. Eh, malah jadian ma pengarangnya.

  9. aku benci banget sama sinetron!!!ceritanya gak masuk akal!!masak ada gelandangan cntik banget trus diperistri/pacaran sama orang kaya!!!mn ada di kehidupan nyata kayak gt!!.trus klo rating udh tinggi kesannya ceritanya diputer2 biar gak tamat2,,sampe 100-200 episode!!!iihh jijay!!!!yg menyolok mata..peran protagonis amat sangat menderita…tertindas terinjak teraniaya bangett!!hampir tiap hari nangis bombay gt deh!!!yg jahat /antagonis amat sangat bengis jahat..klo melotot mata sampe kluar, klo ketawa sampe rumah nya goyang..ih jahatnya gak wajar..lebih tepatnya over acting..alias GILA!!!!trus yg bikin prihatin..sering banget ada adegan yg gak sepantesnya diperankan oleh anak2 sd, smp ato sma, gak mendidik, malah memberi contoh jelek…..jam tayang juga berentetan kayak rel kereta……………!!!!!!

  10. Saya sedih sekali melihat ibu saya, mertua, istri, adik2 ipar masih ngefan banget sama yang namanya sinetron, coba bayangin aja adik iparku yang masih kelas 1 SD doyan banget sama acara jahanam itu, mulai dari sore sampe malem , sampe lupa sholat, lupa belajar, parahnya lagi waktu nonton tuh di tungguin sama ortunya, keliatannya mereka semua menikmati. Dan sepertinya golongan masyarakat seperti ini sangat banyak di negara kita , liat aja iklan yang muncul, berapa banyak produk anak2 yang ditwarkan, ini pertanda acara2 brengsek ini dinikmatimoleh banyak anak2 kita. Saya sampai pusing mencari solusinya, kalo pas di rumah dah pasti saya ganti chanel ke Metro , TV one, atau trans grup, lha kalo pas saya pergi? Pernah waktu itu kepergok, istri saya, adik dan pembantu sedang menikmati sinetron Muslimah di Indosiar, waduuuh, darh ini langsung mendidih.. Gimana enggak , sinetron najis gitu di tonton sekeluarga? Saya muslim yang Insya Allah taat beribadah , tapi sama sekali ga doyan sama sinetron religi ( Kecuali sinetron Ramadan garapan Bang Dedi Mizwar ).
    Ada solusi ga buat menjauhkan keluarga dari tontonan najis itu?

  11. Contoh sinetron Cinta Fitri yg kisahnya ngga nyambung n jalan ceritanya ngacak berbelit kemane2.
    Dlm sinetron itu seolah akal sehat rusak n mati….
    Masa keluarga konglomerat Pak Hutama dlm Sinetron Cinta Fitri hidup serumah dgn bnyk pasangan keluarga!
    Blm lg aksi kibul2an yg ngga msk akal….
    Penulis skenarionya tlh sukses membuat penonton penasaran n jengkel nunggu ceritanya yg ngaco ngga hbs2.
    Gooblook semua jdnya, trmsk gw yg sering nonton!
    Membosankan n lama2 bkn muak!
    Blm lg

  12. @solusi agar keluarga tidak nonton sinetron adalah, lenyapkan chanel tv yang full sinetron ditv anda. hehehehe agak extreme memang tp mo gimana lagi.

    kalau bisa diganti nomor chanelnya trus tambahin tv berbayar yg ada discovery channel, dll yg mendidik anak2 lahh

    • Gak semudah itu mas/pak. Di rumah saya sudah berlangganan Ind*v*s**n full channel tapi ujung-ujungnya malah jarang ditonton. Yang ditonton malah sinetron-sinetron sampah melulu. Capedeeee

  13. Setuju…ilangin aja tuh channel2 yg ada sinetronnya dari TV2 anda. Kan emak2 & para wanita kebanyakan pada gak ngerti cara nge-setnya. Bukan apa2, ntar yg ada Punjabi dkk tmbh kaya. Trus org2 di rumah pd tersesat oleh cerita2 dongeng yg gak masuk akal itu. Kpn Indonesia bisa maju? Kita itu dijajah dgn cara yg halus. Pliz…pd sadar donk!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s